Sebelum/sembari mengikuti pendidikan formal (sekolah). Anak autistik
dapat dilatih melalui terapi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak
antara lain:
- Terapi Wicara: Untuk melancarkan otot-otot mulut agar dapat berbicara lebih baik.
- Terapi Okupasi : untuk melatih motorik halus anak.
- Terapi Bermain : untuk melatih mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain.
- Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy) : untuk menenangkan anak melalui pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang.
- Terapi melalui makan (diet therapy) : untuk mencegah/mengurangi tingkat gangguan autisme.
- Sensory Integration therapy : untuk melatih kepekaan dan kordinasi daya indra anak autis (pendengaran, penglihatan, perabaan)
- Auditory Integration Therapy : untuk melatih kepekaan pendengaran anak lebih sempurna
- Biomedical treatment/therapy : untuk perbaikan dan kebugaran kondisi tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphine dan gliadorphine, allergen, dsb)
- Hydro Therapy : membantu anak autistik untuk melepaskan energi yang berlebihan pada diri anak melalui aktifitas di air.
- Terapi Musik : untuk melatih auditori anak, menekan emosi, melatih kontak mata dan konsentrasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar